Gunung Berapi Guatemala Erupsi, Jalan Utama dan Bandara Ditutup

Gunung Berapi Guatemala Erupsi, Jalan Utama dan Bandara Ditutup

kompihub.com – Salah satu Gunung Berapi paling aktif di Amerika Tengah, Fuego, yang berada di Guatemala meletus, pada Minggu (11/12). Lahar dan debu yang dimuntahkan memaksa otoritas kota Guatemala menutup jalan utama dan bandara terbesar di sana. Fuego, yang dalam bahasa Spanyol artinya api, bergemuruh pada Sabtu malam sampai Minggu. Batuan cair mengalir menuruni lerengnya dan abu tersembur hingga dua kilometer di udara.

Angin membawa abu tersebut sampai ke kota Guatemala yang berada sejauh 35 kilometer.

Bandara internasional La Aurora, 6 kilometer dari ibu kota ditutup sementara pada pagi hari, kata Direktorat Jenderal Penerbangan Sipil dalam sebuah pernyataan. Penutupan karena terdapat abu di dekat landasan pacu dan setidaknya dua penerbangan masuk sudah dialihkan.

Sementara itu Carlos Aquino, juru bicara kepolisian setempat menjelaskan jalan yang menghubungkan Guatemala selatan dan tengah ditutup sebagai tindakan pencegahan. Fuego terletak 16 kilometer dari Antigua, bekas ibu kota negara yang punya lanskap indah dan merupakan objek wisata terbesar.

Gunung berapi ini meletus rata-rata setiap empat sampai lima tahun. Pada letusan 2018 membuat sungai lava di sisinya, menghancurkan desa San Miguel Los Lotes dan menewaskan 215 orang serta orang dalam jumlah sama dinyatakan hilang.

Sejarah Erupsi Gunung Guatemala

Sejauh ini belum ada pernyataan korban jiwa atau pun warga perlu dievakuasi. Selain Fuego, Guatemala juga punya gunung berapi aktif lainnya yaitu Santiaguito di barat dan Pacaya di selatan. Pada letusan 2018 membuat sungai lava di sisinya, menghancurkan desa San Miguel Los Lotes dan menewaskan 215 orang serta orang dalam jumlah sama dinyatakan hilang.

Sejauh ini belum ada pernyataan korban jiwa atau pun warga perlu dievakuasi. Selain Fuego, Guatemala juga punya gunung berapi aktif lainnya yaitu Santiaguito di barat dan Pacaya di selatan.

Juru bicara Badan Koordinator Reduksi Bencana Guatemala Nasional David de Leon mengatakan, warga yang tinggal di delapan permukiman di sekitar gunung berapi itu harus dievakuasi ke tempat-tempat aman.

De Leon menyatakan bahwa akibat peningkatan intensitas pada aktivitas gunung berapi yang dipantau sepanjang selama sehari sebelumnya mengharuskan evakuasi bagi warga untuk melindungi mereka.

Dari puncak gunung berapi tersebut nampak cahaya dari semburan lava-lava yang terekam dalam sebuah gambar. Gunung berapi Fuego merupakan gunung berapi paling aktif di Amerika Tengah. Pada Juni lalu, sebanyak 194 orang meninggal, 234 lainnya hilang akibat letusan gunung berapi Fuego.