Tips Bisnis Rumah Kontrakan

Tips Bisnis Rumah Kontrakan

Kompihub.com – Bisnis rumah kontrakan memang menjadi salah satu ladang untuk menghimpun pundi-pundi rupiah. Apalagi harga tanah selalu naik setiap hari. Bahkan bisnis properti yang satu ini menjadi incaran banyak orang termasuk para selebriti untuk menjadi lebih kaya. Namun bukan berarti Anda seorang pemula, Anda tidak bisa menjadikan bisnis rumah kontrakan sebagai ladang kekayaan Anda. Namun, sebelum Anda terjun, ada baiknya Anda mengetahui cara yang tepat agar bisnis rumah sewa Anda berjalan lancar. Pasalnya, tak sedikit pula orang yang bangkrut karena tidak merencanakan dengan matang. Jadi, niatnya adalah mencari untung daripada tersandung. Beberapa Tips Bisnis Rumah Kontrakan.

Tips memulai bisnis rental agar lancar dan menguntungkan

Tips Bisnis Rumah Kontrakan

Perhatikan kualitas rumah

Pertama, Anda perlu memperhatikan kualitas rumah yang Anda sewakan. Pastikan rumah menggunakan bahan terbaik. Hal ini penting guna meningkatkan nilai sewa rumah. Anda dapat membuat penyewa merasa senang karena tidak ada kerusakan selama mereka tinggal di rumah. Selain itu, Anda bisa lebih hemat karena tidak perlu merenovasi rumah dalam waktu yang lama.

Lokasi strategis

Pilih rumah yang memiliki lokasi strategis agar bisnis persewaan dapat berjalan dengan lancar. Apa yang dimaksud dengan strategis? Artinya rumah dekat dengan jalan raya, pasar, sekolah, atau fasilitas umum lainnya. Oleh karena itu, sebelum membeli rumah, pertimbangkan terlebih dahulu apakah lokasi properti tersebut strategis atau tidak, apakah Anda membelinya dalam bentuk tanah kosong atau properti yang sudah jadi. Jangan hanya terbuai dengan harga yang murah, tapi kurang strategis. Nantinya akan mengakibatkan kurangnya peminat karena lokasinya yang tidak strategis.

Desain Menarik

Meski bukan pertimbangan utama, desain bisa menjadi salah satu daya tarik dalam membeli atau menyewa rumah. Misalnya, saat ini ada desain rumah minimalis atau sederhana yang sesuai dengan musim.

Bagi keluarga dengan anak, desain rumah yang aman tentu menjadi pertimbangan utama. Pertimbangan lainnya adalah sirkulasi udara yang lancar untuk menambah kenyamanan selama menginap.

Menentukan Biaya Sewa

Biaya menjadi salah satu pertimbangan utama bagi calon penyewa. Sebaiknya tentukan harga sewa yang setara dengan harga pasar di sekitar lokasi.Pertama, Anda perlu melakukan informasi lapangan harga sewa hunian di sekitar rumah yang akan disewakan. Jika harga sewa tidak sesuai, Anda bisa menggunakan rumus untuk menentukannya. Caranya adalah dengan mengalikan harga properti dengan tingkat kapitalisasi. Tingkat kapitalisasi rumah rata-rata adalah tiga sampai lima persen per tahun. Misalnya, jika Anda membeli rumah seharga Rp. 400 juta, rumus yang digunakan adalah lima persen kali Rp. 400 juta. Hasilnya Rp 20 juta per tahun. Biasanya rumah disewakan minimal satu sampai dua tahun. Anda dapat menaikkan harga sewa jika perlu.

Tetapkan target Pendapatan

Sebelum menyewakan properti, cari tahu dulu harga pasarnya. Anda bisa mengaturnya berdasarkan lokasi dan kualitas rumah yang ingin Anda beli. Misalnya Anda membeli rumah seharga Rp. 400 juta. Kemudian berdasarkan riset di daerah sekitar, Anda bisa mendapatkan harga Rp 2 juta per bulan dan penghasilan tahunan Rp 24 juta.

Menghitung Pengeluaran dan Pendapatan Tahunan

Kemudian hitung pengeluaran tahunan yang harus dikeluarkan pemilik properti, agar Anda tidak rugi. Ada dua jenis pengeluaran, yaitu tetap dan tidak terduga. Untuk biaya tetap, Anda harus mengeluarkan uang untuk membayar pajak, asuransi, dan pemeliharaan atau perbaikan properti secara teratur. Sedangkan untuk pengeluaran tak terduga, Anda harus menyiapkan dana darurat. Misalnya, kerusakan rumah yang memakan biaya banyak. Anda harus menyiapkan biaya darurat SEBAGAI besar biaya tetap . Misalnya, biaya tetap Anda adalah Rp tiga,5 juta, maka biaya tak terduga Anda juga sebesar Rp tiga,lima juta. Jika anggaran ini dihitung per tahun, Anda hanya akan mendapatkan Rp. 17 juta dari Rp. 24 juta, dan itupun, dengan asumsi seseorang menyewa rumah Anda. Jika tidak, maka biayanya harus dikeluarkan dari kantong pribadi.

Menyediakan Fasilitas Utama dan Unggul

Para penyewa tentunya ingin mendapatkan fasilitas yang lengkap di tempat tinggal yang ia kontrakkan. Oleh karena itu, lengkapi rumah kontrakan Anda dengan berbagai fasilitas utama seperti furnitur , televisi, AC, dan lain-lain yang membuat para penyewa semakin nyaman. Dengan begitu, Anda bisa mematok harga sewa yang lebih tinggi mengingat fasilitas yang lengkap.

Internet

Saat ini internet sudah menjadi salah satu kebutuhan pokok. Dengan menyediakan fasilitas internet SEBAGAI bagian dari rumah kontrakan, Anda dapat meningkatkan nilai sewa. Adanya fasilitas internet ini bisa menjadi nilai tambah, apalagi jika lokasi rumah kontrakan dekat dengan kampus atau perkantoran. Fasilitas ini akan membantu penyewa Anda melakukan tugas kantor atau kampus.

Surat perjanjian

Jika Anda merasa cocok dengan kontraktor, maka Anda harus menyiapkan surat perjanjian. Surat perjanjian ini sering diabaikan oleh pemilik rumah, padahal sangat penting untuk menjaga privasi pemilik dan penyewa. Apa yang tercantum dalam surat perjanjian dapat diubah sesuai kebutuhan. Pada dasarnya isi perjanjian tersebut berkaitan dengan kewajiban penyewa untuk membayar, menjaga kebersihan, memelihara sewa, dan memelihara perabotan milik pemilik asli rumah.

Keuntungan Bisnis Kontrak

Ada berbagai keunggulan yang membuat bisnis rental diminati masyarakat. Salah satunya adalah properti masih menjadi investasi yang menjanjikan di masa depan. Berikut penjelasan lebih lengkapnya.

Banyak Rumah yang Diminati untuk Disewakan

Perekonomian golongan menengah yang diisi oleh kaum muda memunculkan kesadaran untuk hidup mandiri dan terpisah dari rumah orang tua, terutama bagi mereka yang sudah memulai berkeluarga. Namun biasanya mereka tidak memiliki cukup dana untuk membeli rumah. Menyewa adalah pilihan terbaik. Minat untuk menyewa rumah di sekitar penduduk kota masih tinggi, apalagi jika rumah Anda berada di dekat fasilitas umum. Nilai sewa rumah Anda akan meningkat.

Harga Sewa Terus Meningkat

Harga properti naik setiap tahunnya, baik untuk properti yang dijual maupun disewakan. Disarankan agar Anda menyewakan rumah tidak kurang dari 5 persen dari harga jual rumah, dijelaskan di atas. Namun, perhitungan ini juga bukan angka pasti, melainkan tergantung pada kondisi, lokasi rumah, dan rencana pembangunan di sekitarnya.

Capital Gain Relatif Tinggi

Capital gain adalah keuntungan yang Anda dapatkan SEBAGAI hasil dari investasi Anda. Ketika Anda berinvestasi di rumah, Anda akan mendapatkan pengembalian yang lebih tinggi daripada instrumen investasi lainnya, seperti tanah AS. Lahan kosong tidak memiliki manfaat langsung. Pemanfaatannya terbatas, sehingga akan menghasilkan capital gain yang kecil. Sedangkan saat berinvestasi rumah, Anda bisa mendapatkan keuntungan langsung yang lebih banyak, sehingga Anda berpotensi mendapatkan capital gain yang lebih besar.

Pemeliharaan Dibebankan kepada Kontraktor

Anda dapat menagih kontraktor rumah untuk pemeliharaan. Perawatan yang dimaksud adalah perawatan ringan. Namun hal ini harus ditentukan terlebih dahulu di awal perjanjian kontrak, agar tidak terjadi perselisihan. Sedangkan untuk perawatan yang lebih besar dan lebih mahal bisa disepakati bersama.

Kekurangan Bisnis Sewa

Meski menawarkan banyak keuntungan, Anda juga perlu memperhatikan kekurangan berinvestasi di bisnis rental.

Resiko Rumah Tidak Terawat

Hal ini tergantung pada tanggung jawab penyewa yang menyewakan rumah Anda. Jika penyewa kurang memiliki rasa tanggung jawab untuk merawat rumah, itu menjadi risiko bagi Anda. Risiko paling serius adalah jika Anda meninggalkan rumah dalam kondisi rusak. Risiko ini bisa diminimalisir dengan memilih lebih banyak calon atau dengan membuat kesepakatan dalam kontrak agar tidak ada yang rugi.

Suku bunga cenderung kecil

Tingkat modal adalah keuntungan bersih (net) yang diperoleh dari aset dan biayanya. Tarif modal usaha persewaan rendah sejak awal karena harga yang ditetapkan dan tidak ada biaya tambahan bagi pemilik rumah.

Banyak yang mengatakan tarif modal untuk rumah kontrakan adalah tiga sampai lima persen. Jika dibandingkan dengan kios atau ruko, tingkat modal yang diperoleh lebih rendah.

Jangka Waktu Sewa Pendek

Jangka waktu sewa relatif lebih singkat dibandingkan dengan jenis investasi properti lainnya. Rata-rata orang menyewa rumah selama satu atau dua tahun. Meski begitu, masih ada kemungkinan penyewa memperpanjang kontrak hingga beberapa tahun. Namun, dibandingkan ruko, kios, bahkan tanah, masa sewanya cenderung lebih lama. Karena harta tersebut digunakan untuk membuka usaha.

Ada risiko rumah digunakan untuk hal-hal negatif

Banyak peristiwa yang bertentangan dengan norma atau hukum yang terjadi di rumah kontrakan, AS sering terdengar di berbagai berita. Hal seperti ini bisa meresahkan warga sekitar, mengingat rumah kontrakan cenderung lebih gratis. Anda  pemilik asli rumah bisa ditegur warga, karena bagaimanapun juga properti itu milik Anda. Solusinya pilih dulu calon penyewa rumah dan buat kesepakatan yang saling menguntungkan kedua belah pihak