Sejarah Awal Mula Terbentuknya Nusantara

Sejarah Nusantara

 

kompihub.com – Wilayah utama daratan Nusantara terbentuk dari dua ujung Superbenua Pangaea di Era Mesozoikum (250 juta tahun yang lalu), namun bagian dari lempeng benua yang berbeda. Dua bagian ini bergerak mendekat akibat pergerakan lempengnya, sehingga pada saat Zaman Es terakhir telah terbentuk selat besar di antara Paparan Sunda di barat dan Paparan Sahul di timur.

Pulau Sulawesi dan pulau-pulau di sekitarnya mengisi ruang di antara dua bagian benua yang berseberangan. Kepulauan antara ini oleh para ahli biologi sekarang disebut sebagai Wallacea, suatu kawasan yang memiliki distribusi fauna yang unik.

Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki sejarah dan perjuangan yang tidak boleh dilupakan. Mulai dari sejarah nusantara, hingga zaman reformasi seperti sekarang ini. Semuanya telah melalui waktu yang cukup panjang. Sejarah yang telah dialami oleh negara ini, tentunya menjadi saksi bisu perjuangan para pahlawan yang telah membawa Indonesia menuju kebebasan dari penjajahan.

Sebelum adanya Republik Indonesia, Nusantara telah dijajah oleh beberapa negara. Berkat persatuan dan kesatuan yang dijunjung tinggi, Indonesia menjadi negara merdeka yang independen. Untuk membahas lebih lanjut tentang asal mula Nusantara dan sejarah Nusantara, tim kami akan berbagi informasi mengenai kerajaan yang pernah ada di Indonesia. Yuk simak informasinya di bawah ini.

Terbentuknya Kepulauan Indonesia

Ketika lava mencapai permukaan bumi, suhu menjadi lebih dingin dari ribuan derajat hingga membeku membentuk batuan beku atau kerak yang kemudian menjadi daratan. Pergerakan unsur-unsur geodinamika ini dikenal sebagai kegiatan tektonis. Pergeseran lempeng-lempeng tersebut dapat berupa subduksi (ke atas), obduksi (ke bawah), dan kolisi (pertemuan antarlempeng).

Pergerakan lain dapat berupa pemisahan atau divergensi (tabrakan) lempeng-lempeng. Di fase selanjutnya, pada akhir masa Mesozoikum, kegiatan tektonis sangat aktif menggerakkan lempeng-lempeng Indo-Australia, Eurasia, dan Pasifik. Aktivitas ini dikenal sebagai fase tektonis (orogenesa larami) yang menyebabkan daratan terpecah-pecah. Benua Eurasia menjadi pulau-pulau yang terpisah satu dengan lainnya. Sebagian di antaranya bergerak ke selatan membentuk pulau-pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, serta pulau-pulau di Nusa Tenggara Barat, dan Kepulauan Banda.

Letak Kepulauan Nusantara

Nusantara terletak di daerah tropika, yang berarti memiliki laut hangat dan mendapat penyinaran cahaya matahari terus-menerus sepanjang tahun dengan intensitas tinggi. Situasi ini mendorong terbentuknya ekosistem yang kaya keanekaragaman makhluk hidup, baik tumbuhan maupun hewan. Lautnya hangat dan menjadi titik pertemuan dua samudera besar. Selat di antara dua bagian benua (Wallacea) merupakan bagian dari arus laut dari Samudra Hindia ke Samudera Pasifik yang kaya sumberdaya laut.

Terumbu karang di wilayah ini merupakan tempat dengan keanekaragaman hayati sangat tinggi. Kekayaan alam di darat dan laut mewarnai kultur awal masyarakat penghuninya. Banyak di antara penduduk asli yang hidup mengandalkan pada kekayaan laut dan membuat mereka memahami navigasi pelayaran dasar, dan kelak membantu dalam penghunian wilayah Pasifik