Bahaya Gangguan Mental Bagi Kamu Yang Suka Selingkuh

Bahaya Gangguan Mental Bagi Kamu Yang Suka Selingkuh

selingkuh

Kompihub.com — Definisi selingkuh bagi setiap orang berbeda-beda. Melainkan, selingkuh tidak jarang di anggap sebagai perilaku yang menjurus ke arah seksual. Selingkuh juga erat kaitannya dengan pornografi, menarik hati orang lain yang bukan pasangannya, atau adanya kekerabatan emosi dengan orang lain (dengan atau tanpa kontak seksual).

Tak hanya itu, perselingkuhan juga bisa berakibat buruk bagi kesehatan pelaku maupun pasangannya. Selain itu, orang yang di selingkuhi juga dapat mengalami gangguan makan seperti anoreksia, bulimia, atau malah olahraga secara berlebihan.

Mempunyai pasangan yang bermain di belakang kita tidak hanya menyakiti hati, namun sekaligus membuat kesehatan mental kita rusak. Perselingkuhan memang selalu meninggalkan banyak luka, namun selain membuat pecah belah suatu kekerabatan perselingkuhan juga meninggalkan luka dan trauma bagi para korban. Dan tidak hanya korban yang akan mendapatkan imbas buruknya, pelaku juga bisa terkena imbas buruk pengaruh dari perselingkuhan.

Untuk korban yang sudah di khianati oleh pasangan, korban rentan mengalami kecemasan dan memiliki rasa tidak percaya diri. Selain itu, korban juga akan merasakan imbas buruk lainnya yang lebih besar. Dan adanya fakta bahwa perselingkuhan terjadi karena di berikan imbas oleh gen. University of Queensland dalam jurnal Evolution and Human Behavior, membeberkan bahwa gen yang ada di dalam tubuh kita juga berpengaruh terhadap perilaku seksual.

Orang-orang dengan reseptor oksitosin dan vasopressin yang spesifik di sebutkan cenderung memiliki perilaku berselingkuh. Sebanyak 40% perempuan dan 62% laki-laki berselingkuh karena ‘gen’ ini. Dengan selingkuh, reputasi sosial kita juga tercoreng sekaligus merasa kelelahan ketika menjalani kekerabatan yang di warnai pengkhianatan ini.

Dampak Buruk Selingkuh

Berikut beberapa imbas kesehatan bagi pasangan yang selingkuh atau di selingkuhi:

Rasa bersalah

Seseorang mungkin bersuka cita ketika bersama selingkuhannya namun juga memendam rasa bersalah terhadap istri atau suami yang di khianati. Rasa bersalah ini membuat diri kita secara emosi lebih lemah, menurunkan tingkat kepercayaan diri dan harga diri. Perasaan ini juga menyebabkan lebih banyak stres dan pergolakan mental.

Stres Emosi

Selingkuh dapat membawa imbas serius bagi kesehatan mental dan jasmani seseorang. Semisal saja, korban perselingkuhan dapat menyalahkan dirinya sendiri atau menjadi tidak percaya diri.

Lama-kelamaan, keadaan ini bisa menyebabkan stres, gangguan kecemasan, depresi, gangguan makan, hingga Post Traumatic Disorder Syndrome (PTSD). Di beritakan dari Journal of Social and Personal Relationships, di bandingi dengan pria, wanita cenderung mengalami stres yang lebih berat ketika di selingkuhi.

Gangguan Tidur (Insomnia)

Insomnia hal yang demikian bisa berupa susah tidur dan sulit merasa rileks pada malam hari. Akibatnya, tingkat konsentrasi seseorang di siang hari akan menurun, tidak fokus berkesibukan, serta badan jadi lelah dan kurang berenergi.

Infeksi Menular Seksual

Akibat perselingkuhan ini tidak hanya membahayakan diri sendiri, namun juga pasangan Anda di rumah!

Untuk itu sobat Kompihub harus menjaga jarak terhadap lawan jenis agar tidak muncul rasa yang berlebihan yah. terlebih jika sobat sudah memiliki pasangan. Hargailah pasangan sobat agar tidak terjadi kesalah pahaman dan pertengkaran yang dapat membuat hubungan kalian hancur.