Asrur Rifa Lulusan Teknik Komputer Jaringan. Suka gadget, internet, & dunia digital. Lebih mesra di Tentang Saya.

Tahapan DHCP Server untuk Memberi IP Address

2 min read

Tahapan Proses DHCP server

Tahapan Proses DHCP server

Tahapan DHCP server untuk memberi IP Address kepada client perlu diketahui oleh teman-teman yang suka dengan komputer dan jaringan.

DHCP (Dynamic Host Control Protocol) adalah protokol jaringan yang mengatur pemberian konfigurasi jaringan secara otomatis kepada komputer klien dalam suatu jaringan.

Adapun DHCP server yaitu suatu alat yang digunakan untuk menyalurkan IP Address kepada klien atau stasiun kerja (workstation) yang memerlukan nomor IP address saat berada di jaringan.

Prinsip kerja DHCP server yang seperti ini membuat hubungan antar komputer karena IP addressnya saling dibagikan.

Maka dari itu, komputer yang mendistribusikan nomor IP Address kepada komputer lain disebut dengan DHCP server.

Sedangkan komputer yang menerima IP Address, umumnya disebut dengan DHCP client.

Seiring berjalannya waktu, DHCP pun telah berkembang menjadi lebih mudah dan praktis untuk digunakan.

Seorang administrator dapat memberi nomor IP Address secara manual melalui konfigurasi TCP/IP. Selain itu, dapat juga mendistribusikan referensi ke DHCP server untuk disebar ke DHCP client.

Dalam prosesnya, pasti ada tahapan DHCP server yang harus dilalui dalam memberi IP Adress.

Dengan memahami tahapan DHCP server, kita bisa mengetahui ‘flow chart’ atau alur kerja dari DHCP server.

Secara umum, ada 5 tahapan DHCP server dalam memproses IP Address kepada DHCP client.

Tahapan Proses DHCP Server untuk Memberi Nomor IP Adress

Berikut ini merupakan tahapan proses DHCP server untuk memberi nomor IP Address kepada DHCP client beserta penjelasannya.

1. IP Least Request (Client Meminta)

IP Last Request adalah tahapan ketika client meminta nomor IP Address kepada DHCP server. Di tahap ini, client melakukan broadcast untuk mencari DHCP server.

Sewaktu DHCP client dinyalakan, komputer tersebut akan meminta kepada DCHP server supaya memberikan nomor IP Address sesuai dengan kebutuhan client.

2. IP Least Offer (Server Menawarkan)

Karena ada permintaan dari client, maka DHCP server akan merespon permintaan tersebut dengan menawarkan nomor IP yang sesuai kepada client.

Nomor IP yang diberikan diambil dari database DHCP server atau lebih dari satu server kalau memang ada.

Ketika nomor IP sudah diambil, DHCP server akan menawarkannya kepada client supaya bisa dipilih.

3. IP Lease Selection (Client Memilih)

Setelah ada penawaran, client akan memilih penawaran yang paling relevan. Client akan memutuskan nomor IP yang akan digunakan kepada DHCP server.

Client akan melakukan broadcast lagi dengan mengirim message persetujuan kepada DHCP server.

Tahapan proses DHCP server yang satu ini sangat mirip dengan konsep negosiasi ketika kita bertransaksi, ada penawaran dan pembelian.

4. IP Lease Acknowledge (Server Mengonfirmasi)

Selanjutnya, DHCP server mengonfirmasi nomor IP dan detail informasi lain ke client melalui balasan ACKnowledgement.

Ketika client mampu mengenali dan mengikat nomor IP, maka pihak client dapat menggunakannya di jaringan yang tersedia.

Pemberian nomor IP oleh server dilakukan berbarengan dengan pemberian default gateway dan subnet mask.

Setelah DHCP server memberi IP ke client, server akan meminjamkan / lease nomor IP ke client yang kemudian nomor IP dihapus dari daftar pool.

Seandainya nomor IP tidak dapat diberikan, tentu clien tidak akan mengidentifikasi TCP/IP. Client pun tidak mampu terhubung dengan jaringan komputer.

5. Lease Period (Rentang Waktu Habis)

Kalau sudah melewati batas waktu yang telah ditentukan, maka DHCP client dianggap sudah selesai pemakaiannya.

Di tahap Lease Period, client tidak dapat mengupdate request sehingga nomor IP harus dikembalikan kembali kepada DHCP server.

Setelah itu, DHCP server akan memberi nomor IP tersebut ke client lain yang memerlukan nomor IP tersebut.

Rentang waktu habis ini dapat disesuaikan oleh administrator server berdasarkan kebutuhan.

Ada yang mengaturnya dalam rentang menit, jam, hari, bulan, atau tahun. Tentu ini tergantung kebijakan organisasi yang bersangkutan.

Meski ada yang menyebut tahapan proses DHCP server itu ada 4, namun yang sebenarnya yaitu 5. Karena tahap terakhir juga menentukan proses pemberian IP Address kepada client dan saling berkaitan satu sama lain.

Demikianlah tahapan proses DHCP server dalam memberi IP kepada DHCP client di suatu jaringan komputer. Semoga artikel ini bermanfaat dan bisa menambah wawasan teman-teman yang suka dengan jaringan komputer.

Asrur Rifa Lulusan Teknik Komputer Jaringan. Suka gadget, internet, & dunia digital. Lebih mesra di Tentang Saya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *