Asrur Rifa Lulusan Teknik Komputer Jaringan. Suka gadget, internet, & dunia digital. Lebih mesra di Tentang Saya.

Pengertian Font, Fungsi, dan Contohnya

6 min read

Pengertian Font, Fungsi Font dan Contoh Font Terbaru

Apa yang dimaksud dengan font? Sebagian dari kita mungkin masih ada yang belum tahu artinya. Itu wajar, karena setiap orang punya wawasan yang berbeda-beda mengenai hal ini.

Bagi yang memang benar-benar belum tahu pengertian font, saya akan memberi pertanyaan sederhana.

Apakah kamu pernah memperhatikan bahwa tidak semua kata atau tulisan terlihat sama?

Baik itu antara buku satu dengan yang lain, website A dengan website B, atau koran dengan koran, pasti bentuk tulisannya berbeda-beda.

Kenapa bisa begitu? Karena tulisan-tulisan tersebut menggunakan tipe ‘font’ yang berbeda. Ada banyak sekali font yang bisa kita temukan baik di dunia nyata maupun maya.

Masing-masing font memiliki karakteristik dan keunikan tersendiri. Maka dari itu, penggunaan font harus disesuaikan dengan baik supaya pembaca dapat melihat tulisan yang menarik dan tidak monoton.

Lantas, apa sebenarnya font itu? Pada dasarnya, font merupakan ukuran dan berat karakter yang dipakai dalam jenis huruf. Sedangkan jenis huruf yaitu desain otentik dari huruf alphabet dan angka.

Sehingga bisa disimpulkan, kata ‘font’ sama saja dengan ‘jenis huruf’.

Untuk penjelasan lebih lanjut, mari kita bahas satu per satu mulai dari pengertian font, asal usul kata font, fungsi font hingga jenis-jenisnya.

Kalau ingin bertanya mengenai font style, font color, font type, font decorative, dan istilah font lainnya, kita juga akan membahasnya di artikel ini.

Simak penjelasannya!

Asal Usul Kata Font

Menurut beberapa sumber, kata ‘font’ berasal dari kata Prancis kuno yang merujuk pada ‘sesuatu yang sudah meleleh’. Zaman dahulu, untuk membuat tulisan seseorang harus melelehkan logam terlebih dahulu lalu dibentuklah logam tersebut untuk dibuat menjadi karakter huruf.

Selanjutnya, digunakan untuk mesin centak pembuat huruf dan kata-kata di atas kertas.

Sosok Johann Gutenberg adalah orang yang mendesain font pertama untuk jenis pers yang bisa dipindahkan. Kala itu, buku-buku ditulis tangan secara manual.

Gutenberg kemudian mendesain font yang mirip gaya tulisan tangan populer kala itu. Saat toko percetakan yang lain dibuka, printer akhirnya mengembangkan berbagai font tambahan supaya lebih menarik.

Sebuah font mampu membuat tulisan menjadi lebih hidup dan bermakna. Seperti ada emosi yang timbul pada tulisan melalui desain sebuah font.

Ingin font yang menyeramkan dan menambah kesan horror? Kamu bisa menggunakan font bernama ‘Chiller’. Garis-garis yang tipis, runcing, dan memanjang menambah kesan seram tersendiri.

Ingin membuat tulisan lebih enjoy dan ceria? Kamu bisa menggunakan font bernama ‘Comic Sans’. Fontnya punya desain bulet bulet gitu, lucu dan terkesan anak muda banget.

Ingin menambahkan kesan tegas dan serius pada tulisan? Coba gunakan font ‘Times New Roman’ atau ‘Sans Serif’. Font ini lazim digunakan pada majalah atau situs berita yang berfokus untuk menampilkan informasi actual dan dapat dipercaya.

Pengertian Font Komputer secara Umum

Font adalah desain untuk serangkaian karakter berupa huruf, angka, dan tanda baca yang digunakan untuk kebutuhan menulis. Termasuk unsur di dalamnya berupa jarak, ukuran, dan tebal karakter untuk membentuk sebuah kalimat.

Kamu bisa membedakan suatu font dengan memperhatikan ketebalan, bentuk, kemiringan, ketebalan, jarak antar kata, dan yang lainnya.

Silakan lihat perbandingan gambar berikut.

Tinggi karakter dapat diukur dalam titik atau poin, tiap poin sekitar 1/72 inci. Ada pun lebar diukur dengan pitch yang menghitung berapa banyak karakter yang dapat ditampung setiap inci-nya. Umumnya nilai pitch 10 atau 12.

Adapun sebuah font bisa dikatakan sebagai ‘pitch tetap’ apabila masing-masing karakter mempunyai lebar yang sama. Sedangkan bila lebarnya berbeda tergantung bentuk karakter, maka disebut sebagai font proporsional.

Perlu diketahui, komputer dan beberapa perangkat lainnya memakai 2 metode untuk mewakili font.

Dalam font yang sedikit dipetakan atau bit-mapped, masing-masing karakter diwakili oleh titik-titik.

Pengertian Font pada Microsoft Office

Saat ini, penggunaan font tidak lagi menggunakan mesin cetak seperti zaman dahulu. Penggunaan font sudah berubah menjadi digital berkat adanya komputer.

Dengan sistem komputer. Siapa saja mampu membuat, merancang dan mempublikasi font mereka secara bebas. Banyak juga perusahaan yang khusus bergerak di bidang pembuatan font untuk mendapatkan paten atau dipublikasikan kepada publik secara berbayar.

Sekarang, kita bisa menggunakan beragam font dengan mudahnya. Jumlahnya bahkan bisa lebih dari ratusan ribu font, baik yang gratis maupun berbayar.

Dengan adanya komputer, kita memanfaatkan font yang sudah ada menggunakan beragam aplikasi yang telah tersedia, salah satunya yaitu Microsoft Office.

Software Microsoft Office seperti Microsoft Word, Microsoft WordPad, Microsoft Excel, dan lain-lain dapat kita gunakan untuk mengubah font saat mengetik dokumen atau menyusun laporan keuangan spreadsheet.

Adapun pengertian Font dalam Microsoft Office adalah salah satu menu pada Microsoft Office yang terletak pada Ribbon Home di kolom kedua dari kiri bagian atas tampilan Microsoft Office.

Di dalam kolom atau tab font, kita bisa melakukan berbagai perintah. Berikut fungsi tab font Microsoft Office:

  • Font : berfungsi untuk mengubah jenis font pada kata atau kalimat dalam suatu dokumen. Secara default, umumnya Microsoft Office menggunakan Calibri.
  • Font Size : berfungsi untuk menambah atau mengurangi ukuran font sesuai kebutuhan. Ukuran font secara default umumnya 11 dan default pemilihan ukuran antara 8 – 72. Jika ingin kurang atau lebih dari itu, kita bisa mengubahnya dengan mengetik angka secara langsung.
  • Bold, Italic, Underline, Stikethrough : fungsinya secara berurutan digunakan untuk menambah efek tebal, memiringkan karakter, memberi garis bawah, dan mencoret tulisan yang diseleksi.
  • Subscript : berfungsi untuk memberi angka dibawah seperti penggunaan kimia O2 = Oksigen.
  • Superscript : berfungsi untuk memberi pangkat seperti penggunaan angka matematis 102 = 100.
  • Clear All Formatting : menghapus seluruh efek hasil format terhadap font yang telah ditentukan sehingga akan berubah menjadi settingan standar (default).
  • Text Effect and Typography : fungsinya untuk memberi efek khusus pada font agar lebih menarik. Ada beberapa opsi yang bisa dipilih seperti Reflection, Glow, Outline, Ligatures, Shadow dan yang lainnya.
  • Text Highlight Color : berfungsi untuk menambah highlight berwarna pada huruf, kata atau kalimat yang diseleksi. Kalau di dunia nyata mirip seperti penggunaan stabilo.
  • Font Color : fungsinya untuk mengubah warna font berdasarkan keinginan kita. Umumnya akan disediakan Theme Colors, Standard Colors, dan More Colors.
  • Change Case : berfungsi untuk mengganti model susunan font, ada 4 opsi yaitu UPPERCASE, lowercase, Sentece Case, atau tOGGLE cASE.
  • Increase Font Size : digunakan untuk menaikkan ukuran font pada satu skala diatasnya.
  • Decrease Font Size : digunakan untuk menurunkan ukuran font pada satu skala dibawahnya.

Group Font yang terdapat pada Menu atau Tab Home memiliki berbagai fungsi untuk mengubah bentuk karakter menjadi lebih menarik. Kita bisa menebalkan tulisan menggunakan ikon Bold, memiringkan tulisan menggunakan Italic, membuat garis bawah dengan Underline, dan lain sebagainya.

Baca juga: Perbedaan Format Font OTF dan TTF yang Perlu Kamu Tahu!

Pengertian Font Komputer dalam Web Desain

Di dalam dunia web desain, kita juga akan mengenal banyak istilah seputar font. Berbeda dengan penggunaan di aplikasi seperti Ms. Office, font dalam web desain dibentuk menggunakan struktur kode HTML, CSS, atau kode pemrograman yang lainnya.

1. Fungsi Font Style

Font style adalah salah satu properti CSS (Cascading Style Sheets) yang dapat digunakan untuk membuat gaya penulisan atau mengubah tulisan secara default pada selector.

Penulisan font style pada CSS umumnya dituliskan sebagai berikut.

selector {

font-style: normal | italic | oblique;

}

Ada 3 nilai yang bisa dipakai, baik itu normal (default), italic (miring), dan oblique (lebih miring dari italic).

Pada banyak kasus, penggunaan italic lebih sering digunakan. Sedangkan yang paling jarang yaitu normal karena pada dasarnya suatu teks memang tampil secara default tanpa perlu menggunakan properti font-style.

Font style dengan nilai normal biasanya dipakai saat banyak paragraf yang berisi kalimat dengan pengaturan style italic/miring dan ditengah-tengah ada kalimat yang harus dibuat normal.

2. Fungsi Font Size

Sesuai namanya, font size dalam CSS digunakan untuk mengubah ukuran font pada teks. Kita bisa mengubah ukuran teks sesuai keinginan untuk ditampilkan pada halaman web kita.

Ada banyak nilai yang bisa dipakai untuk properti font-size, seperti:

  • x-small
  • small
  • xx-small
  • smaller
  • medium
  • x-large
  • large
  • xx-large
  • larger
  • initial
  • .. %
  • .. px
  • .. em

Nilai-nilai tersebut bisa kita gunakan sesuaikan dengan kebutuhan. Namun yang paling fleksibel penggunaannya yaitu px, em, mm, cm atau % karena kita bisa mengaturnya dengan lebih mudah.

3. Fungsi Font Color

Font color berfungsi untuk merubah warna pada suatu karakter atau teks pada pemrograman HTML.

4. Font Family

Font family adalah salah satu property yang berfungsi untuk mengubah jenis font yang digunakan pada teks.

Properti font family saat ini pasti digunakan oleh para web desainer untuk mempercantik tampilan suatu teks dalam elemen HTML.

Nilai atau value dari property font-family yaitu nama font dari jenis font yang hendak dipakai. Ada beberapa jenis font yang standar digunakan yakni monospace, serif, sans-serif, fantasy, dan cursive.

Dari masing-masing jenis font, ada berbagai nama font yang bisa dipilih untuk dipakai sebagai nilai dari font-family. Contoh nilai font-family yaitu Lato, Comic Sans, Arial, Times New Roman, Roboto, Courier New, Calibri, dan lain sebagainya.

Masing-masing font memiliki ukuran yang berbeda sehingga harus disesuaikan dengan pengaturan font-size. Dalam web desain, kita juga harus memperhatikan font yang mudah dan enak dibaca sehingga halaman web terlihat user friendly.

5. Font Weight

Font weight adalah property dalam CSS yang berfungsi untuk menentukan ketebalan font yang digunakan pada sebuah karakter atau teks.

Kita juga sering menyebutnya dengan istilah Bold, akan tetapi font-weight dapat diukur tingkat ketebalannya. Berikut nilai dari property font-weight itu sendiri:

  • bold : mengubah font pada karakter/teks jadi tebal
  • bolder : mengubah font pada karakter/teks jadi lebih tebal dari bold
  • lighter : mengubah font pada karakter/teks jadi lebih tipis
  • normal : mengubah font pada karakter/teks jadi normal
  • initial : mengubah nilai dari property jadi default
  • 100, 200, … 1000 : mengubah ketebalan font pada karakter/teks menggunakan ukuran nilai berupa angka

7. Font Variant

Font-variant merupakan salah satu properti dalam CSS yang berfungsi untuk menentukan suatu teks ditampilkan dalam huruf kecil atau tidak.

Fungsi Font

Fungsi dan tujuan font adalah untuk menambah gaya tulisan pada dokumen, halaman web, atau buku. Dengan adanya font, seseorang dapat menyelaraskan tulisan dengan topik konten agar lebih menyatu. Dalam hal ini, font juga bisa membuat emosi pada tulisan sehingga dapat memengaruhi persepsi pembaca.

Ukuran Font Default

Font dan ukuran font default tentu berbeda-beda pada setiap software komputer. Software pengolah dokumen seperti Microsoft Word 2013 misalnya, secara default menggunakan font Calibri dengan ukuran 11 dan teks berwarna hitam.

Untuk software yang lainnya, ditentukan oleh masing-masing pengembang sehingga akan font dan ukuran defaultnya akan berbeda.

Contoh Font

Berikut ini beberapa contoh font yang sering digunakan untuk berbagai kebutuhan masyarakat. Terbukti, font-font di bawah ini sangat populer baik itu di kalangan pelajar atau orang dewasa.

  1. Arial
  2. Calibri
  3. Century Gothic
  4. Chiller
  5. Comic Sans
  6. Consolas
  7. Kristen ITC
  8. Lato
  9. Open Sans
  10. Oswald
  11. Roboto
  12. Sans Serif
  13. Times New Roman

Baca juga: Jenis-jenis Font Paling Populer yang Menarik

Demikianlah penjelasan mengenai pengertian font, fungsi dan contohnya. Dengan adanya artikel ini, semoga bisa menambah wawasan kita mengenai font komputer yang sering kita gunakan dalam pekerjaan sehari-hari.

Asrur Rifa Lulusan Teknik Komputer Jaringan. Suka gadget, internet, & dunia digital. Lebih mesra di Tentang Saya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *