Asrur Rifa Lulusan Teknik Komputer Jaringan. Suka gadget, internet, & dunia digital. Lebih mesra di Tentang Saya.

Pengertian Magnetic Disk

8 min read

Pengertian Magnetic Disk

Pengertian Magnetic Disk

Di dalam komputer, kita akan mengenal yang namanya memori penyimpanan baik itu eksternal maupun internal.

Keberadaan memori tidak bisa dipisahkan dari komputer karena tugasnya yang sangat penting.

Magnetic disk merupakan peranti penyimpanan sekunder yang umum digunakan pada sistem komputer masa kini.

Seperti pita magnetik, disk direkam secara magnetis dan dapat direkam secara ulang berulang kali.

Disk berisi piringan berputar dengan lengan mekanis yang menggerakkan kepala baca dan tulis melintasi permukaannya.

Ketika disk dipakai, motor drive (spindle) berputar dengan kecepatan yang super tinggi.

Di dalam magnetic disk, terdapat read-write head yang berada di atas permukaan piringan.

Adapun permukaan disk memiliki beberapa track dan sector di dalamnya.

Lebih lengkapnya, mari kita bahas pengertian magnetic disk dan penjelasannya.

Pengertian Magnetic Disk

Pengertian Magnetic Disk Sejarah Cara Kerja - Gambar Hard Disk

Magnetic disk atau disk magnetik (dalam bahasa Indonesia) adalah perangkat penyimpanan yang menggunakan proses magnetik untuk menulis, menulis ulang, dan mengakses data.

Perangkat ini berbentuk piringan datar yang dilapisi dengan magnet untuk menampung informasi seperti program, file, dan data-data pengguna dalam bentuk track, titik, dan sektor.

Proses baca dan tulis informasi disebut dengan head, yakni kumparan pengkonduksi atau conducting coil.

Head memiliki sifat stationer sementara piringan bergerak di bawahnya yang umumnya menggantung di atas permukaan dan tertahan di bantalan udara, kecuali pada floppy disk karena head mengenai permukaan.

Ada dua metode tata letak data pada magnetic disk, yakni Multiple Soned Recording dan Constant Angular Velocity.

Penyimpanan diatur dalam bentuk cincin – cincin yang dikenal sebagai track atau garis.

Pengertian Magnetic Disk Komponen - Platter Track Sector Head Cluster

Masing-masing track dipisahkan oleh gap yang berfungsi untuk mencegah / meminimalisir kesalahan proses baca dan tulis.

Kesalahan baca dan tulis biasanya disebabkan karena head yang meleset atau interferensi dari medan magnet.

Saat proses baca dan tulis berhasil, maka blok-blok data akan tersimpan dalam suatu disk yang disebut dengan sector.

Secara umum, track terdiri dari beberapa sector. Biasanya antara 10 sampai 100 sector untuk setiap track.

Pengertian Magnetic Disk Komponen - Bagian Track dan Sector

Magnetic disk sendiri tercipta dari piringan bundar berbahan logam atau plastik yang permukaannya memiliki sifat magnetisasi.

Medan magnet yang tercipta akan membantu mekanisme baca dan tulis dari memori karena memanfaatkan kepala baca yang kita disebut dengan head.

Trek adalah lingkaran konsentris yang dipecah menjadi unit penyimpanan yang dinamai dengan “sektor”, biasanya sepanjang 4.096 byte.

Sektor merupakan unit terkecil yang bisa dibaca atau ditulis.

Lebar trek hanya 75 nanometer saat ini, dan kepadatan bit lebih besar dari satu terabit per inci persegi.

Komponen Magnetic Disk

Pengertian Magnetic Disk - Komponen Magnetic Disk dalam Hard Disk
Komponen dalam Hard Disk

Berikut ini beberapa komponen yang ada pada magnetik disk:

1. Spindle

Magnetic disk seperti hard disk memiliki spindle, komponen yang menjadi pusat putaran dari berbagai keeping cakram magnetik.

Komponen ini berputar dengan sangat cepat sehingga harus memakai high quality bearing.

Saat ini, penggunaan high quality bearing tergantikan oleh fluid bearing yang meminimalisir tingkat kebisingan dari putaran cakram.

Keberadaan spindle akan memengaruhi putaran disk. Semakin cepat putaran (rpm) hard disk, maka semakin cepat pula transfer datanya.

2. Platter (Cakram Magnetik)

Cakram magnetik atau ada yang menyebutnya dengan platter merupakan piringan / plat tipis yang memiliki unsur magnet di dalamnya dan berbentuk seperti CD-R.

Di komponen inilah terjadi proses penyimpanan data pada disk.

Sebagai ilustrasi, hard disk yang pertama kali dibuat memiliki sekitar 50 piringan cakram magnetik berukuran 0.6 meter dan berputar dengan kecepatan 1.200 rpm.

Kecepatan putaran hard disk saat ini sudah bisa mencapai 10.000 rpm dengan transfer data mencapai 3.0 Gbps, bahkan ada yang lebih cepat dari itu.

3. Read-write Head

Head atau Read-write Head merupakan komponen yang menggantung di atas permukaan dan tertahan pada bantalan udara yang berfungsi untuk mengambil data dari cakram magnetik.

Posisi head dalam disk melayang dengan jarak yang tipis dengan cakram magnetik.

Awalnya, head bersinggungan langsung dengan cakram magnetik sehingga mengakibatkan keausan pada permukaan karena terjadi gesekan secara terus-menerus.

Sekarang, antara cakram magnetik dan head sudah dilonggarkan jaraknya sehingga hard disk jadi lebih awet dan tahan lama.

Bahan read-write head juga terus ditingkatkan seiring perkembangan teknologi, mulai dari Ferrite head, MIG (Metal-In-Gap) head, TF (Thin Film) Head, (Anisotropic) Magnetoresistive (MR/AMR) Heads, GMR (Giant Magnetoresistive) Heads dan kini yang umum digunakan yaitu CMR (Colossal Magnetoresistive) Heads.

4. Enclosure

Enclosure merupakan lapisan luar yang melapisi disk. Fungsi enclosure tentu saja untuk melindungi semua bagian dalam disk agar terhindar dari kotoran, debu, kelembaban, dan hal lain yang bisa merusak komponen.

Di dalam enclosure, ada yang namanya breath filter yang bertugas untuk menghindari kedap udara. Dengan begitu, panas yang ada dalam disk dapat dikeluarkan.

5. Interfacing Module

Interfacing module adalah sekumpulan rangkaian elektronik yang mengatur kinerja bagian dalam sebuah disk.

Selain itu, interfacing module akan mengolah data dari head menjadi data yang siap dibaca oleh tahapan berikutnya.

Interfacing module masa lampau yang banyak dipakai yakni sistem IDE (Integrated Drive Electronics) dengan sistem ATA yang memiliki koneksi 40 pin.

Teknologi terbaru dari komponen ini yaitu teknologi SATA (Serial ATA).

Keunggulannya yaitu satu disk dikelola oleh bus tersendiri dalam chipset sehingga penanganannya lebih cepat.

Hard disk dengan teknologi SATA sekarang sudah menggantikan hard disk dengan teknologi ATA karena tingkat efisiensi yang lebih unggul.

Cara Kerja Magnetic Disk

Magnetic disk memiliki beberapa bagian utama, salah satunya platter; yakni piringan magnet yang berputar.

Ada juga lengan mekanis yang bergerak di atasnya, bertugas untuk membaca dan menulis menggunakan proses magnetisasi.

Piringan magnet terus berputar dengan kecepatan yang sangat tinggi sedangkan lengan mekanis bergerak menyusuri permukaan piringan.

Karena perangkat tertutup dengan sangat rapat, kepalanya jadi mengapung di atas lapisan tipis udara.

Saat arus kecil diterapkan ke kepala, bintik-bintik kecil pada permukaan disk dimagnetisasi lalu data disimpan.

Sebaliknya, arus kecil dapat digunakan ke titik-titik kecil pada piringan sewaktu kepala hendak membaca data.

Pengertian Magnetic Disk - Cara Kerja Magnetic Disk hard Disk

Seperti yang sudah kita singgung, data yang terbaca disimpan pada disk dalam bentuk track dan sector.

Track merupakan divisi melingkar dari disk yang terbagi menjadi beberapa sector yang berisikan blok-blok data.

Di dalam sector inilah, terjadi mekanisme baca dan tulis untuk pengumpulan data.

Metode Pengalamatan Dalam Magnetic Disk

Magnetic disk memiliki dua metode pengalamatan yakni metode silinder dan metode sektor.

Berikut penjelasannya:

1. Metode Silinder

Metode silinder adalah pengalamatan magnetic disk menurut nomor silinder, nomor permukaan dan nomor record-nya. Setiap track dari disk pack membentuk sebuah silinder.

Jika disk pack dengan 200 track per permukaan, maka memiliki 200 silinder.

Permukaan silinder record yang disimpan ditunjukkan oleh bagian nomor permukaan dari pengalamatan.

Apabila ada 11 piringan, maka nomor permukaannya antara 0 – 19 atau dari 1 – 20.

Dengan begitu, pengalamatan dari nomor record menunjukkan letak record pada track yang ditunjuk dengan nomor permukaan dan nomor silinder.

2. Metode Sektor

Sesuai namanya, metode ini membagi tiap track dari pack ke dalam sektor-sektor. Masing-masing sektor merupakan area penyimpanan untuk berbagai karakter yang tetap.

Pengalamatan rekaman berdasarkan nomor track, nomor permukaan, nomor sektor. Dalam hal ini, disk controller memberikan nomor sektor untuk menunjukkan track mana yang hendak diakses.

Tiap track pada masing-masing piringan memiliki kapasitas penyimpanan yang sama meski diameter tracknya berlainan.

Kapasitas yang seragam ini dapat diperoleh melalui penyesuaian density yang efektif dari representasi data untuk setiap ukuran track.

Selain itu, kapasitas yang seragam memberi keuntungan lainnya seperti file bisa diletakkan pada disk tanpa mengubah letak nomor sektor (track atau silinder) pada file.

Sejarah Magnetic Disk

Mari kita bahas sejarah disk magnetiksejenak supaya kita lebih tahu asal-usul terciptanya perangkat ini.

Mulanya, disk magnetik dibuat pertama kalinya oleh IBM pada tahun 1956.

Tentu ukurannya bukan seperti sekarang, melainkan berukuran jumbo. Sebuah mesin besar yang berisi sekitar 50 disk berukuran 21 inchi atau 53 cm.

Meski ukurannya besar, namun hanya mampu menyimpan sekitar 5 megabyte data saja.

Karena keterbatasan penyimpanan inilah, para ahli terus meningkatkan kapasitas penyimpanan secara terus-menerus dan mengecilkan ukuran perangkat.

Sebagai perbandingan, ukuran hard disk modern ukurannya hanya sekitar 9 cm (3,5 inchi) dengan kapasitas penyimpanan cukup besar mencapai 1 TB (terabyte) bahkan lebih.

Pengertian Magnetic Disk - Gambar Hard Disk
Hard Disk Modern

Penyusutan ukuran juga terjadi pada floppy disk. Pada tahun 60-an ukurannya sekitar 8 inchi, namun kemudian menjadi 3.5 inchi saja pada awal tahun 90-an.

Hingga akhirnya, floppy disk tergantikan oleh CD-ROM pada akhir 1990-an. Bahkan, keberadaannya sekarang sudah tidak terlihat lagi.

Magnetic disk diawal kemunculannya tidak mempunyai akurasi yang canggih, hanya memungkinkan beberapa trek untuk diletakkan pada tiap disk.

Presisi head yang lebih bagus memungkinkan jumlah track yang jauh lebih banyak untuk dikemas bersama di perangkat selanjutnya.

Bersama dengan penemuan RAID (susunan disk yang tidak mahal), yakni teknologi yang menyatukan beberapa drive disk sehingga kapasitas penyimpanan perangkat berikutnya meningkat dengan signifikan dari tahun ke tahun.

Pengertian Magnetic Disk - Sejarah Magnetic Disk RAID II
RAID II Prototype by Computerhistory.org

Gambar di atas adalah prototipe RAID II pada tahun 1992 yang mewujudkan prinsip kinerja tinggi dan toleransi kesalahan.

Prototipe ini dirancang dan dibangun oleh mahasiswa pascasarjana Universitas Berkeley. Mempunyai 36 drive disk 320MB, penyimpanan totalnya kurang dari disk drive di PC termurah hanya dalam waktu enam tahun kemudian.

Disk magnetik secara tradisional sudah dipakai untuk keperluan penyimpanan sekunder di komputer dan mewakili teknologi arus utama selama beberapa dekade.

Seiring berkembangnya zaman, saat ini disk magnetik harganya banyak yang lebih murah dari RAM dan bisa menyimpan data dalam jumlah besar.

Data yang ada bisa dirubah atau dihapus dengan mudah di memori disk magnetik. Hal ini memungkinkan akses data secara acak.

Sayangnya, dengan munculnya SSD (Solid-State Drive), disk magnetik jadi tidak begitu spesial.

Meski saat ini masih banyak digunakan, keberadaan magnetic disk lambat laun akan tergantikan dengan teknologi yang lebih baru dan efisien.

Ujung-ujungnya, akan bernasib sama seperti floppy disk.

Contoh Magnetic Disk

Berikut ini contoh magnetic disk:

1. Fixed Hard Disk

Hard Disk
Source : pcmag.com

Juga dikenal sebagai teknologi Winchester, adalah penyimpanan utama untuk semua komputer dari mikro hingga mainframe.

Untuk komputer pribadi, kapasitas hard disk telah meningkat dengan harga yang realtif murah. Meski masih banyak yang menggunakan, namun popularitas Hard disk semakin dikalahkan oleh Solid-state Drive.

2. Floppy disk

Floppy Disk Magnetic
Source : pcmag.com

Meskipun ada di mana-mana di masa jayanya, disket 5,25 inci dikalahkan oleh format 3,5 inci pada 1980.

Floppy 3,5 digantikan oleh CD-ROM pada 1990-an. Lambat laun hilang ditelan zaman.

3. Zip Removable Disk

Pengertian Magnetic Disk - Zip Removable Disk
Source : pcmag.com

Zip disk drive adalah sistem penyimpanan berupa disk berukuran menengah. Dirilis oleh Iomega pada akhir 1994.

Mulanya, disk ini memiliki kapasitas 100 MB, namun akhirnya diupgrade menjadi 250 MB lalu menjadi 750 MB.

4. PocketZip (Click!) Removable Disk

Pengertian Magnetic Disk - PocketZip Removable Disk
Source : pcmag.com

PocketZip merupakan penyimpanan floppy disk berkapasitas sedang yang dibuat oleh Iomega pada tahun 1999.

Kaitannya dengan drive dan disk Zip asli adalah media floppy dan kapasitas yang relatif jauh lebih tinggi daripada disket standar.

Versi drive Pocket Zip 100 MB telah dalam pengerjaan, dimaksudkan agar kompatibel dengan disk 40 MB, tetapi akhirnya menjadi vaporware dan PocketZip sendiri akan dihentikan juga.

5. Rev Removable Catridge

Pengertian Magnetic Disk - Rev Removable Catridge
Source : pcmag.com

REV adalah sistem penyimpanan hard disk yang dapat dilepas dari Iomega. Disk kecil yang dapat dilepas menyimpan 35, 70, atau 120 gigabyte dan merupakan teknologi hard-drive.

Seperti hard drive standar, sistem REV menggunakan kepala terbang untuk membaca dan menulis data ke piring berputar.

6. SyQuest Removable Disk

Pengertian Magnetic Disk - syquest Removable Disk
Source : pcmag.com

SyQuest drive menjadi hard disk lepas-pasang standar de facto pertama untuk komputer pribadi.

Mereka digantikan oleh SyQuest’s SyJet, EZFIyer, SparQ, dan Quest Disk, yang tidak pernah digunakan secara luas.

7. SyJet Removable Disk

Pengertian Magnetic Disk - Syjet Removable Disk
Source : pcmag.com

SyJet Removable Disk 1,5 GB mengikuti hard disk asli SyQuest, yang telah menjadi standar de facto.

8. SparQ Removable Disk

 

SPARQ DISK MAGNETIC
Source : pcmag.com

SyQuest’s SparQ adalah hard disk lepas-pasang 1GB yang memiliki harga ekonomis untuk pasar konsumen.

9. Quest Removable Disk

Pengertian Magnetic Disk - Quest Removable Disk
Source : pcmag.com

Catridge SyQuest’s Quest memiliki kapasitas 4,7 GB yang diperkenalkan pada tahun 1998 sebagai drive disk yang dapat dilepas dan tercepat di pasaran.

10. Jaz Removable Disk

Pengertian Magnetic Disk - Jaz Removable Disk
Source : pcmag.com

Iomega removable jaz disk dirilis dalam dua versi yakni 1GB dan 2GB. Catridge 1 GB diperkenalkan pada tahun 1995 dengan terobosan $ 99.

11. HIFD Removable Disk

Pengertian Magnetic Disk - HIFD Removable Disk
Source : pcmag.com

Diumumkan pada bulan Oktober 1997, Sony HiFD Disk menawarkan kapasitas 200MB sambil mempertahankan kompatibilitas ke belakang dengan disket 720KB dan 1,44MB standar.

12. ORB Removable Disk

Pengertian Magnetic Disk - ORB Removable Disk
Source : pcmag.com

Orb Drive adalah hard-disk drive 3,5 inci yang dapat dilepas yang diperkenalkan oleh Castlewood Systems pada tahun 1999.

Kapasitas aslinya adalah 2,2 GB. Versi drive yang lebih baru diperkenalkan pada tahun 2001 dengan kapasitas 5,7 GB.

Manufaktur produk ini berhenti pada tahun 2004.

13. Bernoulli Removable Disk

Pengertian Magnetic Disk - Bernoulli Removable Disk
Source : pcmag.com

Iomega bernoulli disk adalah penyimpanan yang dapat dilepas pertama untuk komputer pribadi pada tahun 1982.

Sangat andal pada masanya dengan kapasitas 5, 10, dan 20 MB. Ukurannya skitar 21 cm x 27,5 cm, mirip dengan ukuran selembar kertas A4.

14. EZFIYER Removable Disk

Pengertian Magnetic Disk - EZFIYER Removable Disk
Source : pcmag.com

Disk EZFIyer Syquest 3,5 inci mampu menyimpan 230 MB dan drive tersebut mendukung katrid EZ135 sebelumnya.

15. LS-120 Removable Disk

Pengertian Magnetic Disk - LS-120 Removable Disk
Source : pcmag.com

Disk LS-120 merupakan disk pengganti floppy yang tidak pernah populer. Disk ini mampu menampung media sekitar 120MB LS-120 serta disket standar 3,5 inci.

Kelebihan dan Kekurangan Magnetic Disk

Ini adalah berbagai kelebihan dan kekurangan memori disk magnetik.

1. Keunggulan Magnetic Disk

  • Mampu menyimpan data cukup besar.
  • Minim korupsi data dibandingkan dengan kaset.
  • Memori penyimpanan yang murah dan ekonomis.
  • Kemudahan akses data dan bisa langsung digunakan.
  • Mempunyai kecepatan transfer data yang lebih baik dibanding pita magnetik.

2. Kekurangan Magnetic Disk

  • Kurang cocok untuk akses berurutan.
  • Lebih murah daripada RAM namun lebih mahal dari memori pita magnetik.
  • Membutuhkan lingkungan yang bersih dan bebas debu untuk disimpan.

Konklusi

Demikianlah penjelasan mengenai pengertian magnetic disk, sejarah, cara kerja serta kelebihan dan kekurangannya.

Keberadaan magnetic disk saat ini memang masih banyak digunakan, tapi di masa mendatang pasti akan tergantikan dengan teknologi yang lebih canggih dan efisien.

Kemunculan SSD (Solid-State Drive) sudah menjadi bukti, bahwa magnetic disk akan terlupakan nantinya.

Meski begitu, kita tetap harus mempelajari sejarahnya supaya lebih mengenal perkembangan teknologi.

Dengan mencantumkan sumber dan referensi, semoga bisa lebih dipercaya.

Di sini saya juga masih belajar sob, jadi kalau ada yang salah saya mohon maaf.

Kalau kamu merasa lebih paham, mohon bantuannya untuk dikoreksi jika ada kesalahan. Terima kasih.

^Sumber dan referensi:

Asrur Rifa Lulusan Teknik Komputer Jaringan. Suka gadget, internet, & dunia digital. Lebih mesra di Tentang Saya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *