Asrur Rifa Lulusan Teknik Komputer Jaringan. Suka gadget, internet, & dunia digital. Lebih mesra di Tentang Saya.

Pengertian DHCP Server, Fungsi dan Cara Kerja

7 min read

Pengertian DHCP SERVER, Fungsi, Cara Kerja, Konfigurasi

Pengertian DHCP SERVER, Fungsi, Cara Kerja, Konfigurasi

Pengertian DHCP Server, fungsi dan cara kerja tidak banyak diketahui. Padahal di dunia internet, keberadaannya sangat penting.

Pertama kali tipe ini ada adalah pada tahun 1993. Pengembangan hal ini terjadi sebagai akibat dari tidak tepatnya BOOTP sebagai konfigurasi komputer. Sebelum tahun 1993, pengguna BOOTP sangat banyak.

Walaupun keluhan dari masyarakat sangat besar, tidak ada pilihan lain selain menggunakannya. Sebenarnya sekarang, BOOTP sendiri masih ada.

Namun keberadaannya hanya sebagai protokol pendukung DHCP. BOOTP sendiri tidak bisa dijauhkan dari UDP.  Itu karena, BOOTP memang didasarkan dari UDP.

Dengan didasarkan dari hal tersebut, BOOTP tidak bisa disebut sebagai protokol dengan tipe reliabel. Itu karena, pesan dari klien tidak pasti sampai ke server.

Sejak awal diadakan, jaminan hal tersebut memang tidak ada. Hal ini sangat berbeda jika dibandingkan dengan kemunculan DHCP.

Pada DHCP, jaminan tersebut seratus persen ada. Namun walaupun begitu, sulit memahaminya apabila tidak mengetahui apa itu DHCP.

Terlebih lagi, pembahasan ini masih tabu di kalangan masyarakat. Selalu ingat satu poin ketika membahasnya.

Pertukaran data di internet tidak akan semudah sekarang tanpa keberadaannya.

Pengertian DHCP Server

DHCP adalah singkatan dari Dynamic host configuration protocol. Intinya, keberadaan dari perangkat ini akan mempermudah upaya penyebaran ip address. Sebelum keberadaannya, sulit untuk melakukan penyebaran ip address secara merata.

Untuk melakukannya, seseorang perlu melakukan konfigurasi secara manual. Ini tentu memakan waktu.

Terlebih lagi jika jumlah klien yang melakukan akses mencapai ribuan dan bahkan jutaan. Hal berbeda akan terasa apabila pengertian DHCP Server, fungsi dan cara kerja nya sudah diketahui.

Walaupun keberadaannya hanya seperti fitur otomatis dari teknis yang sudah ada, manfaat dari DHCP ini sangat besar. Bahkan sekarang, akan terasa menyulitkan jika terdapat server lokal yang belum menggunakannya.

Itu karena, aksesnya tidak bisa dilakukan secara mudah. Untuk lebih mudah dipahami, DHCP sendiri merupakan perangkat wajib dalam pendistribusian data.

Sebenarnya, DHCP server sendiri bertindak sebagai pemegang protokol. Nantinya, seluruh DHCP klien yang berada pada satu jaringan perlu menerima setiap perintah yang diberikan.

Keberadaannya sendiri tidak mungkin dihindari. Bahkan, seseorang yang membuka usaha warung internet wajib memilikinya dan memahami pengertian DHCP Server, fungsi dan cara kerja nya.

Pendistribusian sendiri tidak hanya dilakukan terhadap IP Address. Parameter lain juga didistribusikan. Contoh parameter tersebut seperti default gateway dan DNS Server. Dengan teknik ini, akan terdapat manfaat lain ketika menggunakannya.

Nantinya, setiap klien bisa diamati secara lebih mudah. Terdapat beberapa hal yang bisa diamati. Beberapa hal penting sendiri biasanya mengarah pada permasalahan dalam jaringan.

Contoh masalahnya sendiri seperti tidak bisa melakukan akses internet, tidak bisa membuka software, hingga beberapa masalah lain.

Fungsi DHCP Server 

Fungsinya bagi perkembangan internet memang tidak bisa dilepaskan. Apabila DHCP tidak ada, akan sulit untuk mengakses internet semudah sekarang.

Seperti sudah dijelaskan di atas, fungsi utamanya adalah sebagai pembantu. Perangkat ini akan menjadi kontrol dalam sistem distribusi IP Address. Dengan adanya kontrol itu, klien bisa mengaksesnya tanpa batas.

Jika dilihat disini juga, fungsi untuk efisiensi waktu menjadi sangat terlihat. Upaya seperti melakukannya satu per satu secara manual tidak perlu lagi dilakukan. namun jika dilihat dari fungsi, pemakaian dari pihak network administrator sangat berpengaruh terhadap kinerjanya. Seharusnya, network administrator tidak hanya menggunakannya sebagai distribusi IP Address.

Namun, keberadaan DHCP Server seharusnya digunakan juga untuk mengelola jaringan komputer. Hal ini jarang dilakukan oleh orang yang kurang mengetahui pengertian DHCP server, fungsi dan cara kerja. Namun bagi mereka yang memahaminya, pemanfaatan ini adalah suatu kewajiban. Dengan mengelola jaringan komputer, perangkat tersebut akan dapat mempercepat kerja komputer klien.

Ini akan sangat terasa ketika proses pengelolaan data sedang berlangsung. Prosesnya akan menjadi lebih cepat dan komputer klien tidak akan lagi terasa berat. Ada banyak sistem operasi yang mendukung keberadaannya. Bahkan seluruh sistem operasi paling populer seperti windows dan Linux juga mendukung keberadaannya.

Ketika seseorang menjadi network engineer, pengertian DHCP server, fungsi dan cara kerja nya wajib diketahui secara total. Ada banyak informasi di dalamnya yang tidak bisa dipahami secara cepat. Informasi tersebut seperti IP, DNS, TCP/IP, hingga default gateway. Bagi beberapa orang, nama-nama tersebut pasti terdengar tidak umum.

Berbagai Kemudahan Lain Juga Akan Terasa Ketika Menggunakannya

Ada banyak kemudahan yang akan terasa ketika menggunakan perangkat tersebut. kemudahan pertama terletak pada permasalahan IP konflik. Ip konflik sendiri menjadi momok menakutkan bagi seorang network engineer. Ini bisa membuat jaringan bermasalah dan proses olah data tidak bisa dilakukan seperti biasa.

Ketika DHCP server digunakan, ip konflik akan bisa dihindari. ip konflik akan terjadi ketika kesalahan pengiriman alamat ip dilakukan. biasanya, ini merupakan kesalahan yang terjadi akibat kurang ketelitian seorang manusia. Disinilah letak pengertian DHCP Server, Fungsi dan cara kerja menjadi sangat penting.

Dalam DHCP server, sistem yang digunakan adalah robot. Dengan itu kemungkinan terjadinya kesalahan pengiriman data hampir tidak ada. Kemudahan lain ketika menggunakannya terlihat pada pembaruan alamat IP. Ketika sebuah server alamat ip nya baru, klien pernah kembali memasukkan alamat tersebut ketika ingin mengakses.

Jika teknik ini masih dilakukan secara manual, pengiriman IP Address perlu diulangi dari awal. Ini jelas merugikan. Waktu yang dibutuhkan untuk mulai mengirimnya dari awal tidak sedikit. Dengan mengetahui pengertian DHCP server, fungsi dan cara kerja, sistem akan secara otomatis melakukan pembaruan. Fungsi terakhir terletak pada adanya dukungan.

Dukungan tersebut didapat untuk menggunakan alamat yang sebelumnya pernah digunakan. Namun ketika melakukan hal ini, pastikan terlebih dahulu keberadaan alamat tersebut. ditakutkan, Ip address nya sudah digunakan oleh orang lain. Jika ini terjadi maka klien malah akan mengakses komputer orang lain.

Cara Konfigurasi DHCP Server

Melakukan konfigurasinya sendiri tidak terlalu sulit. Ini sebenarnya sangat bertentangan dengan stigma buruk di masyarakat yang mengatakan bahwa melakukan konfigurasinya sangat sulit. Namun walaupun simpel, diperlukan pengetahuan secara matang agar bisa melakukannya. Oleh sebab itu, pengertian DHCP server, fungsi dan cara kerja perlu diketahui terlebih dahulu.

Jika dilihat secara keseluruhan, terdapat dua cara untuk melakukannya. Kedua cara tersebut antara lain otomatis dan manual. Untuk melakukannya secara otomatis, seseorang tidak perlu melakukan upaya lebih. Namun jika ingin melakukannya secara manual, pertama atur terlebih dahulu DHCP Ip address network.

Pastikan pengaturannya telah dibuat secara sesuai. Jika sudah, lakukan penginstallan terhadap driver perangkat. ikuti saja alur penginstalan tersebut hingga selesai. Jika seluruh prosesnya telah selesai, lihat kembali pengaturannya. Jika sudah benar, lakukan restart terhadap jaringan secara menyeluruh. Apabila proses restart telah dilakukan, lakukanlah verifikasi.

Untuk melakukan verifikasi sendiri tidak sulit jika sudah memahami pengertian DHCP server, fungsi dan cara kerja. Pertama cek pemberi alamat ip address. Pastikan pemberi alamat tersebut telah sesuai dengan semua komputer yang ada di dalam jaringan. Untuk melakukannya, bukalah aplikasi CMD. Jika sudah terbuka, lakukan ip config.

Disana akan terlihat apakah pengalamat tersebut sudah sesuai atau tidak. Sebenarnya pengecekan ini bisa dilakukan dari dua arah. Dengan itu bisa juga pengecekan dilakukan dari DHCP klien. Untuk melakukannya, cukup cek ip address dengan melakukan tes koneksi. Jika akses bisa dilakukan hal tersebut membuktikan jika konfigurasi sudah sesuai.

Begini Cara Kerja DHCP Server

Cara kerja dari DHCP server sangatlah mudah. Intinya saat melakukan akses terhadap data, komputer tidak akan langsung terkoneksi dengan komputer server. Itu karena, pengetahuan soal ip address dibutuhkan terlebih dahulu. pada kondisi ini, DHCP server akan bergerak cepat dan memberitahukan alamat tersebut. Dengan itu akses bisa langsung dilakukan.

Namun jika ingin memahami pengertian DHCP server, fungsi dan cara kerja secara lebih detail, cara kerja dari DHCP ini terbagi menjadi 4 tahapan. Tahapan pertama bernama IP Least discovery. Tahap ini sering disebut dengan tahap pertemuan. Ketika sebuah jaringan ingin diakses oleh klien, klien akan langsung mencari DHCP server dari jaringan tersebut.

Nantinya, klien akan mengirimkan pesan bernama DHCPDISCOVER. Dengan itu, permintaan pengiriman ip address sudah dilakukan oleh klien. Dari sini, proses akan berlanjut ke tahap kedua. Tahap keduanya sendiri bernama IP Least Offer. Pada tahap ini, DHCP server akan mengirimkan penawaran pada klien setelah mendapat pesan DHCPDISCOVER.

Penawaran tersebut berupa DHCPOFFER. Dalam DHPCPOFFER, klien akan ditawari beberapa hal mulai dari lama penggunaan, alamat IP, dan beberapa hal lain. Dari sini, proses akan berlanjut ke pengertian DHCP server, fungsi dan cara kerja tahap 3. Tahap tiga sendiri bernama IP Lease Request. Di tahap ini, klien akan mengirimkan pesan balasan berupa DHCPREQUEST.

Pada DHCPREQUEST akan dijelaskan sebuah pesan berisi persetujuan dari klien terhadap penawaran tersebut. Proses akhirnya berlanjut ke tahap terakhir bernama IP Lease Acknowledge. Disini klien akan mengirimkan pesan berupa DHCPPACK kepada klien. Dengan pack dari pesan itu, klien sudah bisa melakukan akses terhadap jaringan.

Apa Perbedaannya dengan DHCP Klien?

DI atas sana sudah membahas banyak ulasan mengenai pengertian DHCP server, fungsi dan cara kerja. Pada penjelasan tersebut, banyak ulasan mengenai DHCP klien. Tentu keduanya adalah hal berbeda. Pemahaman hal ini juga perlu jelas. Dalam dunia komputer sendiri terdapat istilah server dan klien.

Keduanya digunakan sebagai nama dari suatu perangkat. Ketika berbicara tentang server, disini dapat disimpulkan bahwa perangkat yang dimaksud adalah owner. Oleh sebab itu, perangkatnya akan memiliki seluruh data, melakukan pengelolaan, hingga menjalankan seluruh aktivitas yang dirasa perlu. Lain lagi ketika berbicara tentang klien.

Klien juga sebenarnya nama lain dari perangkat. Namun perangkat yang dimaksud adalah pihak yang meminta layanan atau akses terhadap data. Dari sini, barulah dapat dijelaskan pengertian DHCP server, fungsi dan cara kerja serta perbedaannya dengan DHCP klien. Server memiliki fungsi utama untuk mengatur alamat IP.

Dengan itu, komputer akan secara otomatis mengirimkan alamat IP kepada klien. Sedangkan DHCP klien sendiri adalah perangkat DHCP dari pihak klien. Inilah yang akan melakukan permintaan kepada server. Namun ketika mengirimkan pesan pada klien, server selalu mengirimkan pesan secara dinamis.

Dengan keberadaan pesan secara dinamis tersebut, Ip tidak akan bertahan dalam waktu lama. Pada waktu yang telah ditentukan, alamat tersebut nantinya akan kadaluarsa. Setelah kadaluarsa, permintaan akses perlu diulang oleh klien. Jika sudah diterima kembali, barulah akses data bisa kembali dilakukan.

Kekurangan Juga Dimiliki Oleh DHCP Server

Ketika membahas tentang pengertian DHCP server, fungsi dan cara kerja, rasanya yang dibahas hanya kelebihan saja. hal tersebut sebenarnya wajar mengingat perangkat ini memiliki sangat banyak kelebihan. Namun jika diulas secara lebih dalam, perangkat ini juga memiliki kekurangan. Kekurangan pertama terletak pada ketergantungan.

Ketika mengelola alamat ip, perangkat tidak lagi memiliki wewenang untuk mendistribusikannya. Semua tanggung jawab tersebut sepenuhnya dilakukan secara otomatis oleh DHCP. Hal ini akan menjadi masalah apabila suatu saat DHCP tersebut mati. Dengan itu, proses akses data tidak bisa lagi dilakukan oleh klien.

Pihak server sendiri tidak bisa melakukan apapun. Itu karena, dari awal proses ini sudah diserahkan secara penuh pada perangkat tersebut. Melakukan secara manual juga tidak bisa dilakukan. Pemahaman akan hal ini pasti didapat jika membaca ulasan mengenai pengertian DHCP server, fungsi dan cara kerja ini dari awal.

ini berbeda dengan puluhan tahun ke belakang dimana orang-orang masih memahami tata cara pengiriman IP address secara manual. Seorang network engineer saja jarang yang memahami hal ini. Oleh karena itu, perangkat DHCP perlu terus diperhatikan sepanjang waktu. Kekurangan selanjutnya terletak pada validasi.

Oleh sebab itu, keaslian sangat sulit untuk dilihat. Ini membuat seseorang mungkin saja membuat alamat ip palsu. alamat tersebut nantinya jelas akan digunakan dalam jaringan buatan sendiri. mengaksesnya bisa berbahaya karena seseorang bisa saja kehilangan data pribadi akibat hal ini. Oleh sebab itu, pahamilah pengertian DHCP server, fungsi dan cara kerja dengan sebaik mungkin.

Tidak Mungkin Menjadi Pemilik Website Tanpa Memahami Hal ini

Jika memiliki keinginan untuk menjadi pemilik website atau toko online, pemahaman akan hal ini sangat diperlukan. Sebenarnya, bisa saja seseorang menyewa network engineer dan hanya fokus terhadap konten tanpa memikirkan hal ini sama sekali. Namun jika dilihat posisi sebagai owner, ini merupakan kesalahan.

Setidaknya dasar-dasar mengenai hal ini perlu diketahui terlebih dahulu. Nyatanya ada banyak network engineer yang tidak memahaminya dengan baik. jika mendapatkan engineer semacam itu, bisa saja nantinya permasalahan pada DHCP tidak bisa diselesaikan. Untuk memahami pengertian DHCP server, fungsi dan cara kerja sebenarnya tidak terlalu sulit.

Sudah banyak pembelajaran di internet yang menjelaskan hal ini secara detail. Dengan adanya pengetahuan tersebut, kamu bisa memanfaatkannya baik untuk melakukan pengetesan terhadap engineer yang akan dipekerjakan atau melakukan konfigurasi sendiri. Di internet sendiri, pembelajaran akan hal ini sangat bervariasi.

Pembelajaran tersebut disediakan baik dalam bentuk tulisan maupun video. Dengan itu, pemahaman tentang pengertian DHCP server, fungsi dan cara kerja bisa didapat dengan lebih baik. sebenarnya, ada juga banyak tempat yang memberikan pembelajaran berbayar. jika dirasa perlu, ikuti saja pembelajaran tersebut.

Namun pastikan terlebih dahulu jika pihak pengajarnya adalah seorang profesional. Akan percuma jika nantinya pembelajaran yang didapat tidak efektif. Sudah ada banyak orang merugi akibat hal ini. Selain memerhatikan pengajar, pastikan serius ketika mengikuti pembelajaran tersebut. sebaik apapun upaya yang coba dilakukan akan percuma apabila keseriusan tidak dimiliki.

Baca juga: Pengertian DHCP Client yang Harus Kamu Tahu!

Catat setiap poin penting yang ditemukan lalu cari tahu lebih lanjut setiap terdapat kebingungan. Sebenarnya, ada banyak juga orang memahami tentang hal ini secara otodidak. Dengan itu bukan tidak mungkin bagi kamu untuk memahami pengertian DHCP server, fungsi dan cara kerja nya mulai dari sekarang.

Asrur Rifa Lulusan Teknik Komputer Jaringan. Suka gadget, internet, & dunia digital. Lebih mesra di Tentang Saya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *