Asrur Rifa Lulusan Teknik Komputer Jaringan. Suka gadget, internet, & dunia digital. Lebih mesra di Tentang Saya.

Arti Repost

3 min read

Arti Repost di Instagram Facebook dan WA atau Whatsapp

Arti Repost di Instagram Facebook dan WA atau Whatsapp

Saat kita berselancar di internet, kita sering menemui istilah-istilah yang belum diketahui.

Ada berbagai istilah di internet, seperti DM, PM, ADD, TFL, LFL, Folbek, suhu, mastah, japri, dan lain sebagainya.

Kalau kamu suka main di Instagram, maka ada istilah yang dinamakan repost. Meski sudah lama menggunakan Instagram, namun masih banyak orang yang tidak tahu arti repost.

Ada berbagai media sosial yang sering menggunakan istilah ini, termasuk Facebook, Instagram dan WhatsApp.

Kata repost di Instagram umumnya ditujukan ketika seseorang membagikan postingan, jika di Facebook sering dipakai pada konten yang viral atau di dalam grup-grup Facebook.

Sedangkan di WhatsApp, biasanya repost dipakai untuk broadcast chat.

Selain itu, repost juga sering digunakan pada hastag (#repost) baik di Instagram maupun di Facebook.

Apa itu repost? Apa arti repost di media sosial yang benar?

Arti Repost di Instagram, Facebook, WhatsApp, dan Lainnya.

Arti kata repost yakni “Menerbitkan Ulang”. Jika dilihat secara bahasa, repost merupakan kata yang berasal dari Bahasa Inggris yaitu “Re = Mengulang” dan “Post = Menerbitkan”.

Dengan kata lain, repost berarti menerbitkan ulang suatu kiriman.

Sederhananya begini:

  • Kamu posting konten keren.
  • Terus ada orang yang membagikan postinganmu ke profil mereka.
  • Inilah yang dinamakan repost.

Repost juga memiliki beberapa bentuk, diantaranya:

  • Video
  • Artikel
  • Status atau postingan seseorang di media sosial
  • Foto / gambar
  • Chat (seperti di WhatsApp / Telegram)
  • Thread (seperti KasKus, Bersosial, Ads.id)

Bagi yang belum tahu thread, sebenanarnya hampir saja dengan status di media sosial.

Yang membedakan yakni istilah dan bentuk formatnya saja.

Jenis- Jenis Repost yang Sering digunakan

Meski arti repost adalah menerbitkan ulang suatu kiriman, akan tetapi repost memiliki jenis-jenis yang perlu kamu tahu.

1. Repost Kiriman Orang Lain

Artinya, saat kamu menemukan postingan yang menarik, lalu kamu membagikannya ke suatu medium entah itu di media sosial atau forum dengan disalin sama persis apa adanya.

Ini jenis repost yang umumnya ditemui, apalagi jika postingannya viral, heboh, dan mengundang interaksi khalayak ramai.

2. Repost Ide Postingan

Berbeda dengan merepost postingan orang 100% sama, kali ini kamu membuat ide / gagasan yang kurang lebih sama dengan postingan aslinya.

Di sini kamu menuangkan ide sesuai dengan gaya kamu sendiri dengan mengadopsi ide orang lain.

3. Repost dengan Share

Merepost dengan share artinya membagikan postingan bukan dengan pembuatan konten ulang, melainkan membagikannya secara langsung atau share.

4. Repost Jual Beli

Umumnya jenis repost ini dilakukan oleh penjual. Ketika menjual sesuatu, namun barang belum laku, maka postingan tersebut akan direpost hingga barangnya terjual habis.

Ada juga yang bertindak sebagai makelar, dropshipper atau reseller yang merepost kiriman dari suppliernya. Jadi tidak perlu membuat konten dari 0, tinggal repost konten saja.

Contoh supplier terpercaya yang menggunakan metode ini yakni 101red.com dan dropshipaja.com.

Dengan konten marketing yang mereka tawarkan, dropshipper/resellernya mereka hanya merepost konten dari suppliernya.

Tidak selalu jual beli, postingan apa saja juga bisa.

Arti repost tidak selalu berpatokan ada tulisan repost atau #repost pada caption. Mempublikasikan ulang ide atau sebagian informasi orang lain secara tidak langsung juga sudah bisa dikatakan repost.

Untuk lebih memahami penjelasan saya, silakan ikuti ulasan mengenai contoh penggunaan repost.

Contoh Penggunaan Repost

Kalau kamu ingin tahu contoh repost, kamu bisa langsung membuka media sosial Instagram, Facebook, atau WhatsApp.

Berikut contoh pemakaian repost:

1. Menyalin Kiriman Seseorang ke Profil Milik Sendiri

Kiriman yang ditulis secara manual dengan mengadopsi ide kiriman orang lain dan tidak sama persis 100%.

Kiriman yang dibagikan atau share. Ada yang mengatakan ini repost, ada juga yang bilang bukan repost. Tapi saya cenderung lebih memilih ini termasuk repost.

Contoh repost di Instagram :

Contoh Repost di Instagram

Hampir semua postingan di Dagelan adalah merepost konten milik orang lain, salah satunya gambar di atas.

Namun, di captionnya tidak diberi tulisan atau hastag #repost.

Terus bukan repost dong jadinya?

Ya tetep repost, kan itu Dagelan upload ulang dari videonya @dwikiafrilian (kreator).

Semoga, kamu bisa memahaminya.

Nah, kalau ini contoh repost di Facebook :

Arti Repost dan Contoh Repost di Facebook Orang Lain

Di sini, mas Akhmad E Syarif merepost @artobiantoro beserta gambar dan captionnya.

2. Postingan yang dibagikan (Share)

Contoh Repost di Facebook - Membagikan atau Share Post

Di sini Pak Denny Handoko membagikan postingan Pak Edward Suhadi, ada yang mengatakan ini termasuk repost dan ada juga yang tidak.

Gimana menurutmu?

3. Repost Ide Postingan

Contoh Repost di Facebook - Repost Ide

Di sini Pak Noor Udin Ung memposting sesuatu, namun gambarnya bukan buatan dia dan ditandai juga hastag #repost.

4. Repost di Grup Jual Beli

Tujuannya untuk mengirim ulang postingan jualan agar lebih mudah posting.

Berikut ini contoh repost di grup jual beli Facebook :

Arti Repost dan Contoh Repost di Facebook Grup Jualan

Di sini mas Maulana Malik memposting jualan hp bekasnya dengan repost beserta caption atau keterangannya.

Sedangkan ini contoh repost di Instagram:

Pengertian Repost - Contoh Repost di Instagram Jualan

Akun @cek_tokosini memiliki foto dan caption dari @dapur.muhajar secara utuh sehingga bisa dikatakan merepost 100%.

Kalau ini contoh repost di Instagram yang lebih softselling :

Contoh Repost Instagram Jualan

Dengan mengunggah foto testimoni dari pelanggan, Fadkhera Official sebenarnya telah melakukan repost di Instagram meski tidak ada tulisan repost atau hastag #repost pada caption.

Kalau contoh repost di WA (WhatsApp)? Kurang lebih sama saja, hanya penampakannya lebih jarang.

Soalnya biasanya berupa broadcast chat yang diteruskan dan jarang sekali menggunakan hastag #repost.

Namun secara konsep masih memiliki maksud yang sama, yakni membagikan suatu postingan kembali.

Perbedaan Repost dan Latepost

Selain repost, apakah kamu pernah mendengar istilah latepost?

Dari namanya saja memang ada beberapa kemiripan, bahkan banyak yang menganggapnya sama.

Latepost sering sekali dijumpai di Instagram, juga di Facebook. Khususnya saat ada pengguna yang mengunggah kiriman berupa foto baik itu sendiri maupun bersama orang lain.

Berikut perbedaan repost dengan latepost:

  • Repost : Memposting ulang.
  • Latepost : Telat memposting (late artinya telat, post artinya kirim).

Dengan kata lain, repost adalah mengirimkan ulang suatu postingan. Sementara latepost adalah mengirim postingan namun terlambat.

Ciri- ciri Latepost

  • Terlambat mengirim postingan atau tidak sesuai waktunya, biasanya kalau ada acara, piknik atau momen tertentu.
  • Rentang waktu antara waktu posting dengan kegiatan tidak terlalu jauh. Ada yang beberapa jam, 1-3 hari, ada juga yang sampai seminggu baru posting. Lebih dari itu tampaknya agak jarang.

Misalnya, kamu liburan ke Yogyakarta dan foto-foto. Lalu 2 hari berikutnya kamu baru upload foto ke Facebook.

Inilah yang disebut dengan latepost.

Ciri- ciri Repost

Adapun ciri-ciri repost:

  • Membagikan atau memposting kiriman yang telah ada sebelumnya, entah itu utuh 100% atau tidak.
  • Mengandalkan postingan atau ide tertentu sehingga tidak orisinil.

Ketahui juga: Arti Latepost dan Throwback di Media Sosial.

Konklusi

Repost memang sudah sering kita dengar. Namun, banyak juga yang keliru memahami arti repost yang sebenarnya.

Keberadaan repost sudah cukup lama, bahkan sejak kemunculan Facebook di Indonesia. Dengan adanya artikel ini, semoga kamu bisa lebih mengenal pengertian dan arti repost dengan benar.

Asrur Rifa Lulusan Teknik Komputer Jaringan. Suka gadget, internet, & dunia digital. Lebih mesra di Tentang Saya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *